Beberapa Hal Yang Dilakukan Agar Tetap Aman di Facebook

Facebook, tidak asing lagi di mata kita. Apalagi remaja-remaja yang sudah ketagihan sampai-sampai tiap menit detiknya di luangkan untuk Facebook. Tetapi di balik semua itu, apakah kita sudah aman dengan kondisi akun Facebook kita dan informasi di dalamnya? Saya telah melakukan survei di beberapa akun Facebook teman saya, ternyata 8 dari 10 teman saya masih belum bisa menjaga keamanan akun Facebooknya. Saya bertanya kepada salah satunya, "Apa password Facebook yang kamu pakai?", dia menjawab "multimedia9" (Hanya Contoh). Inilah salah satunya yang sangat fatal. Lebih baik simak tips-tips dari saya untuk tetap aman di Facebook di bawah ini,

  1. Password
    Hal yang paling utama dari sebuah akun adalah password. Password biasa digunakan untuk memasuki sebuah akun atau mengkonfirmasi sebuah pengaturan. Password yang biasa-biasa saja bisa di hack oleh para peretas kelas amatir. Seperti yang sudah saya berikan di atas, teman saya menggunakan "multimedia9" (tanpa kutip) seebagai password akunnya. Untuk orang awam memang ini biasa saja, tapi kenyataannya adalah sangat fatal. Usahakan password Anda bukan yang berhubungan dengan Anda, bukan yang berhubungan dengan Internet, komputer, dan yang lainnya (komputer77, messibarca, smpn7dpk, 089112341234). Password yang bagus adalah password yang menggunakan angka, huruf, dan unicode di dalamnya. Saya berikan contoh password tapi jangan pakai password ini di Facebook anda, @oCm9^1, !a?V9i.
  2. Informasi Profil/Status yang perlu saja
    Kebanyakan orang pengguna Facebook menceritakan hal-hal tentang dirinya di profil/status-nya, sampai yang tidak penting pun ikut di sertakan. Padahal, sudah banyak kasus kejahatan dunia maya/cyber crime yang menggunakan informasi yang tertera di akun Facebooknya untuk melakukan kejahatan. Sebagai contoh, saya pernah baca di suatu majalah, penjahat memanfaatkan Facebook untuk melakukan aksi kejahatannya, dia menambahkan korban sebagai temannya di Facebook, lalu si korban mengkonfirmasi persetujuan pertemanannya tanpa memperdulikan siapa orang yang meng-add-nya, si penjahat sepanjang waktu mengintai dan melihat isi profil dari si korban, lalu si korban baru saja meng-update statusnya: "Wah di ajakin papah pergi sekeluarga.. siap berangkat jam 9, lanjut deeh!", tentu saja si penjahat yang melihat ini berpikir sebagai suatu kesempatan yang bagus, lalu dia melanjutkan aksinya untuk membobol rumah si korban karena dia tahu si korban akan pergi (yang mengupdate status). Terlihat sepele tapi sangat berbahaya.

Komentar

Postingan Populer