Ketahanan Nasional
RANGKUMAN
“PERTAHANAN NASIONAL”
“PERTAHANAN NASIONAL”
DISUSUN
OLEH :
MIRETAZAM
CIPTAPRIMA 26114669
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2017/2018
2017/2018
konsepsi
Ketahanan Nasional Indonesia, yakni konsepsi tahun 1968, tahun 1969 dan tahun
1972. Menurut konsepsi tahun 1968 dan 1969 ketahanan nasional adalah keuletan
dan daya tahan, sedang pada konsepsi 1972 ketahanan nasional merupakan suatu
kondisi dinamik yang berisi keuletan dan ketangguhan.
Jika pada dua konsepsi sebelumnya dikenal istilah IPOLEKSOM (Panca Gatra), dalam konsepsi tahun 1972 diperluas dan disempurnakan berdasar asas Asta Gatra (Haryomataraman dalam Panitia Lemhanas, 1980: 95-96 dalam Triharso 2013).
Jika pada dua konsepsi sebelumnya dikenal istilah IPOLEKSOM (Panca Gatra), dalam konsepsi tahun 1972 diperluas dan disempurnakan berdasar asas Asta Gatra (Haryomataraman dalam Panitia Lemhanas, 1980: 95-96 dalam Triharso 2013).
Pada tahun-tahun
selanjutnya konsepsi ketahanan nasional dimasukkan ke dalam Garis Besar Haluan
Negara (GBHN), yakni mulai GBHN 1973 sampai dengan GBHN 1998. Adapun rumusan
konsep ketahanan nasional dalam GBHN tahun 1998 adalah sebagai berikut;
- Untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif dielakkan dari hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan yang timbul baik dari luar maupun dari dalam, maka pembangunan nasional diselenggarakan melalui pendekatan Ketahanan Nasional yang mencerminkan keterpaduan antara segala aspek kehidupan nasional bangsa secara utuh dan menyeluruh.
- Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. Pada hakekatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup menuju kejayaan bangsa dan negara. Berhasilnya pembangunan nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional. Selanjutnya Ketahanan Nasional yang tangguh akan mendorong pembangunan nasional.
- Ketahanan Nasional meliputi ketahanan ideologi, ketahanan politik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial budaya dan ketahanan pertahanan keamanan.
Apabila
menyimak rumusan mengenai konsepsi Ketahanan Nasional dalam GBHN tersebut, kita
mengenal adanya tiga wujud atau wajah konsepsi Ketahanan Nasional, yaitu ;
- Ketahanan nasional sebagai metode, tercermin dari rumusan pertama
- Ketahanan nasional sebagai kondisi, tercermin dari rumusan kedua
- Ketahanan nasional sebagai doktrin dasar nasional, tercermin dari rumusan ketiga
Konsepsi
Ketahanan Nasional Indonesia, dikemukakan adanya sejumlah unsur atau faktor
yang selanjutnya diistilahkan sebagai gatra. Gatra Ketahanan
Nasional Indonesia disebut Asta Gatra (delapan gatra), yang terdiri atas
Tri Gatra (tiga gatra) dan Panca Gatra (lima gatra). Berdasarkan
pengertian konsepsi ketahanan nasional, seluruh aspek kehidupan nasional
diperinci dengan sistematika Astagatra (Delapan aspek) yang terdiri dari
Trigatra (Tiga aspek alamiah) dan Pancagatra (Lima aspek sosial).
1.Aspek
Trigatra (tiga aspek alamiah)
aspek-aspek
suatu negara yang sudah melekat pada negara itu. Oleh karena itu unsur-unsurnya
tidak sama dalam tiap negara. Trigatra meliputi Geografi, Kekayaan alam, dan
Kependudukan.
- Geografi
Geografi
suatu negara adalah segala sesuatu pada permukaan bumi yang dapat dibedakan
antara hasil proses alam dan hasil ulah manusia, dan memberikan gambaran
tentang karakteristik wilayah kedalam maupun keluar.
Menurut
letak geografinya, bentuk negara dapat dibagi dalam negara yang berada di
daratan, di lautan, atau keduanya.
1)
Negara yang dikelilingi daratan. Lingkungan negara ini bersifat serba daratan
atau serba benua.
2)
Negara dikelilingi lautan. Dapat dibedakan dalam :
- Negara kepulauan (Archipelagis state) adalah suatu negara yang bersifat kepulauan (Archipelago)
- Negara pulau (Island state), berbeda dengan negara kepulauan. Pada negara pulau unsur darat lebih besar daripada unsur laut.
- Negara mempunyai bagian wilayah yang bersifat kepulauan. Negaranya sendiri bersifat negara daratan, tetapi mempunyai suatu bagian wilayah yang bersifat kepulauan. Ini tidak dapat disamakan dengan Negara kepulauan.
- “Circume marine” state adalah negara yang komponennya hanya dapat dicapai melalui transportasi laut.
- Kekayaan alam
Kekayaan
alam adalah segala sumber dan potensi alam yang terdapat di bumi,
di laut, dan di udara dalam wilayah suatu negara yang
dapat diperinci sebagai berikut :
a)
Kekayaan alam yang digolongkan dalam :
- Kekayaan alam hewani (fauna)
- Kekayaan alam nabati (flora)
- Kekayaan alam mineral (tambang)
b)
Sifat kekayaan alam
- Dapat diperbaharui (hutan, hewan, dll)
- Tidak dapat diperbaharui (minera)
c)
Keberadaan kekayaan alam
- Diatmosfir (oksigen, sinar matahari dll)
- Di permukaan bumi (fauna dan flora)
- Di dalam bumi (barang tambang)
Sifat khusus
kekayaan alam di bumi ini distribusinya tidak merata dan tidak teratur,
sehingga ada negara yang kaya dan Negara yang miskin akan kekayaan alam.
Perbedaan akan kekayaan alam ini menyebabkan adanya ketergantungan antara
negara yang satu dengan negara lainnya yang dapat menimbulkan problema hubungan
internasional yang kompleks. Bila kebutuhan suatu negara tidak terpenuhi, maka
negara tersebut akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dari negara
lain dengan berbagai cara.
Dalam upaya
memenuhi kebutuhan tersebut itulah sering timbul masalah-masalah politik,
ekonomi, sosial budaya dan hankam. Pemanfaatan kekayaan alam yang tidak
produktif akan mengundang campur tangan negara lain terutama dari negara
industry yang membutuhkan bahan baku bagi industrinya. Oleh karena itu perlu
dibina kesadaran nasional untuk memanfaatkan kekayaan alam sebaik-baiknya,
sehingga tercapai nilai guna yang maksimal bagi kesejahteraan dan keamanan
nasional.
- Kependudukan
Penduduk
adalah manusia yang mendiami suatu wilayah negara. Manusia adalah faktor
penentu apa yang dilakukan atau tidak dilakukan disuatu negara. Dengan kata
lain manusia yang tinggal di suatu negara akan menentukan apa yang akan
dilakukan untuk meningkatkan ketahanan nasional, dalam arti manusialah yang
akan mengusahakan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan suatu negara.
Masalah yang
berkaitan dengan kependudukan adalah
a)
Jumlah penduduk
Apabila
jumlah penduduk bertambah akan bertambah pula jumlah tenaga kerja yang akan
dapat dimanfaatkan untuk produksi dan dapat meningkatkan kesejahteraan kerja
dan peningkatan keterampilan kerja agar kapasitas berproduksi meningkat,
sebab bila tidak, maka akan menambah pengangguran dengan segala dampaknya akan
dapat melemahkan ketahanan nasional
b)
Komposisi penduduk
Komposisi
penduduk menurut umur banyak mempengaruhi Ketahanan nasional karena jika di
presentase kelompok umur terbesar pada umur produktif maka hal ini berarti akan
dapat meningkatkan ketahanan nasional tetapi jika yang terbesar kelompok umur
non-produktif maka akan dapat melemahkan ketahanan nasional.
c)
Penyebaran penduduk
Penyebaran
penduduk akan akan sangat besar pengaruhnya terhadap penyelenggaraan
kesejahteraan dan keamanan nasional, karena penyebaran penduduk akan
berpengaruh langsung terhadap penyediaan tenaga kerja untuk mengelolah kekayaan
alam.
Namun pada
kenyataan manusia ingin selalu bertempat tinggal di daerah yang memungkinkan
jaminan kehidupannya yang maksimal, hal ini menyebabkan adanya daerah padat dan
daerah jarang penduduknya. Untuk menyebarkan penduduk tersebut pemerinah
berupaya dengan melaksanaka program transmigrasi dan penyebaran pembangunan
pusat industry dan sebagainya, dan diharapkan usaha tersebut akan dapat
meningkatkan ketahanan nasional.
2. Aspek
Panca Gatra (lima aspek sosial)
Tri Gatra
meliputi Gatra Geologi, Gatra Politik, Gatra Ekonomi, Gatra Sosial Budaya,
Gatra Pertahanan Keamanan.
- Gatra Geologi
Ideologi
adalah serangkaian nilai yang tersusun secara sistematis dan merupakan
kebulatan ajaran atau doktrin yang dijadikan dasar serta member arah dan tujuan
yang ingin dicapai di dalam kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Ketahanan
ideologi adalah kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan
ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam
menghadapi dan mengatasi ancaman, gangguan, hambtan dan tantangan baik yang
datang dari luar maupun dari dalam yang langsung atau tidak langsung
membahayakan kelangsungan hidup ideologi suatu bangsa.
- Gatra Politik
Politik
diartikan sebagai asas, haluan dan kebijaksanaan yang digunakan untuk mencapai
tujuan, dan oleh kekuasaan karena itu masalah politik selalu dihubungkan dengan
masalah kekuasaan dalam suatu negara yang berada di tangan pemerintah.
Pemerintah akan menentukan system politik yang tepat untuk dilaksanakan dalam
rangka mencapai tujuan nasionalnya.
Ketahanan
ideologi adalah kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan
ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam
menghadapi dan mengatasi ancaman, gangguan, hambtan dan tantangan baik yang
datang dari luar maupun dari dalam yang langsung atau tidak langsung membahayakan
kelangsungan hidup ideologi suatu bangsa.
- Gatra Ekonomi
Kegiatan
ekonomi adalah keseluruhan kegiatan pemerintah dan masyrakat di dalam
pengelolaan faktor produksi (sumber daya alam, tenaga kerja, modal, teknologi
dan manajemen) dan distribusi barang dan jasa hasil produksi demi kesejahteraan
rakyat, baik fisik maupun mental spiritual.
Upaya
meningkatkan ketahanan ekonomi adalah upaya meningkatkan kapasitas produksi
(barang dan jasa) serta meningkatkan kelancaran distribusi (barang dan jasa)
secara merata ke seluruh wilayah negara.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kethanan ekonomi, antara lain :
Bumi dan
Sumber Alam, meliputi :
- Tenaga kerja
- Modal
- Industrialisasi
- Teknologi
- Hubungan ekonomi luar negeri
- Prasarana
- Manajemen
- Gatra Sosial Budaya
Istilah
sosial budaya menunjukkan dua segi kehidupan bersama dari manusia, yaitu segi
kemasyaralatan dan segi kebudayaan.
1)
Kemasyarakatan
Untuk
memelihara kelangsungan hidupnya dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka
manusia harus hidup berkelompok dan berhubungan dengan lingkungannya, dengan
kata lain harus bermasyarakat (bekerjasama satu dengan lainnya). Hidup
bermasyarakat akan lebih baik bila diwadahi dalam suatu organisasi dan
kehidupan diatur dalam suatu tertib social yang dapat menampung semua aspirasi
seluruh warganya.
2)
Kebudayaan
Budaya
adalah seluruh cara hidup suatu masyarakat dimanifestasikan dalam tingkah laku
yang sudah melembaga. Tingkah laku masyarakat kebudayaan tercipta karena faktor
yaitu
a). Organ
biologis manusia dalam arti kebutuhan hakiki manusia
- Lingkungan alam yang melahirkan kebiasaan manusia yang hidup disuatu daerah
- Lingkungan sejarah
- Lingkungan psikologis
Faktor-faktor
yang mempengaruhi ketahanan di bidang social budaya adalah :
- Tradisi
- Pendidikan
- Kepemimpinan Nasional
- Tujuan Nasional
- Kepribadian Nasional
- Gatra Pertahanan Keamanan
Pertahanan
keamanan (Hankam) adalah upaya rakyat semesta dengan angkatan bersenjata
TNI/POLRI sebagai intinya mempertahankan dan mengamankan bangsa dan Negara
serta hasil perjuangannya. Pertahanan keamanan adalah merupakan salah satu
fungsi pemerintahan dalam menegakkan ketahanan nasional dengan tujuan untuk
mencapai keamanan bangsa dan Negara serta hasil perjuangannya.
Upaya
meningkatkan ketahanan nasional di bdang Hankam adalah peningkatan partisipasi
seluruh rakyat an seluruj kekuatan nasional sesuai fungsi dan profesinya dalam
upaya bela negara.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi ketahanan bidang Hankam adalah :
- Doktrin
- Wawasan nasional
- Sistem hankam
Sumber : https://vincenziavdt.wordpress.com/2016/06/24/model-ketahanan-nasional-negara-indonesia/

Komentar
Posting Komentar